Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Pulomas

Konferens DKI Jakarta, Indonesia

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Momen Spesial dalam Bisnis Yang Menyentuh Hati

E-mail Print PDF

Momen Spesial dalam Bisnis Yang Menyentuh Hati

Dengan Perasaan Kasih Sayang

Suatu hari seorang pria tua berpakaian sederhana memasuki sebuah showroom otomotif. Salah seorang tenaga penjual bernama John berdiri dan menghampirinya, "Selamat pagi, Pak. Ada yang bisa saya bantu?"

Laki-laki tua itu menjawab bahwa dia membutuhkan mobil seken yang kecil, sebuah mobil yang sederhana karena dia hanya memiliki anggaran yang terbatas. John membawa orang tua tersebut ke garasi yang terletak di belakang showroom, di sana semua mobil seken dan berukuran kecil dipajang. Mobil-mobil tersebut mungkin sesuai dengan budget pria tua tadi. Pada saat

berkeliling untuk memilih mobil yang cocok, orang tua tadi menjelaskan kepada John mengapa dia ingin membeli mobil.

"Sebenarnya mobil yang akan saya beli adalah untuk istri saya. Selama 30 tahun lebih istri saya ingin punya mobil kecil. Mobil yang bisa dikendarai ke supermarket dan ke rumah teman-temannya. Tapi, saat itu adalah masa-masa sulit dan saya tidak mampu beli mobil. Seiring waktu berlalu, istri saya berhenti meminta mobil," cerita pria tua itu.

"Minggu lalu ia jatuh sakit. Dokter mengatakan istri saya menderita kanker dan umurnya tinggal beberapa bulan lagi. Jadi, saya memutuskan untuk menggunakan tabungan saya untuk membelikannya mobil, supaya ia setidaknya bisa menikmati beberapa bulan sisa hidupnya mengendarai mobilnya sendiri, sebelum dipanggil menghadap Tuhan," imbuhnya lagi.

Hati John tersentuh mendengar kisah tersebut. Ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa suatu hari, ia juga akan menjadi suami yang baik sampai akhir hayat hidupnya.

Setelah beberapa lama berkeliling, pria tua itu akhirnya menjatuhkan pilihannya pada sebuah mobil kecil berwarna hijau gelap. "Istri saya bakal menyukai mobil ini. Kecil, mudah dikendalikan, memiliki semua fitur yang ia inginkan dan ini adalah warna favoritnya!"

Lalu dia berkata pada John bahwa dia akan memberikan kejutan pada istrinya. "Saya akan mengajak istri saya ke sini besok dan berpura-pura melihat-lihat mobil. Kalau Anda melihat saya besok, berpura-puralah seakan kita belum pernah bertemu sebelumnya, dan layani saya persis seperti Anda pertama kali melayani saya. Lalu, saya akan memberikan kejutan pada istri saya dengan mengatakan bahwa saya sudah membelikan mobil untuknya, oke?"

John berkata, "Oke, akan saya ikuti rencana Anda. Terima kasih, Pak Brown, saya nantikan kunjungan Anda beserta istri besok." Setelah orang tua itu pergi, John menceritakan kejadian ini pada rekan-rekan kerja yang lain. Mereka juga tersentuh.

Pada hari berikutnya, seperti yang sudah direncanakan, pria tua itu datang bersama istrinya. Sesudah mereka masuk bergandengan tangan ke dalam showroom, John memberi salam dengan gembira kepada mereka dan berpura-pura belum mengenal laki-laki tua itu. Tetapi, sewaktu istrinya sedang tidak melihat, John mengedipkan matanya padanya seakan berkata, "Semuanya beres." Pria itu tersenyum.

Laki-laki tua itu berpura-pura menjelaskan kepada John bahwa mereka ke showroom ini untuk melihat-lihat dan ia menjelaskan tipe mobil yang mereka inginkan. Sang istri berkata pada John, "Saya tidak mengerti mengapa suami saya tiba-tiba mengajak saya ke sini. Kami tidak punya rencana untuk beli mobil. Kami bahkan tidak mampu membayarnya! "

John mengantar pasangan tersebut ke garasi di belakang showroom. Sewaktu mereka melihat-lihat, pria tua itu mencari mobil hijau gelap yang sudah ia pesan dan bayar kemarin. Tapi, mobil itu sudah tidak ada di sana! Ia bertanya pada John, "Apakah hanya ini mobil-mobil yang Anda miliki? Apakah tidak ada yang lain lagi?"

"Tidak ada lagi, Pak. Ini semua yang kami miliki, mobil-mobil inilah yang sesuai dengan budget bapak."

"Apakah BENAR-BENAR hanya ini semua mobil yang Anda miliki? Tidak ada lagi?" tanyanya lagi.

"Tidak ada pak. Hanya ini semua yang kami miliki. Tidak ada lagi," jawab John.

Orang tua itu mulai panik. Ia berkata pada dirinya sendiri, "Saya telah membayar penuh untuk mobil itu. Tapi, sudah tidak di sini dan John mengatakan hanya ini yang ia miliki! Jadi, di mana mobil saya dan apa yang terjadi dengan uang yang sudah saya bayarkan padanya?" Lebih parah lagi, ia tidak bisa bertanya langsung pada John, "Dimana mobil saya?" Orang tua itu benar-benar khawatir.

Setelah beberapa lama berjalan ke sana ke mari, John menyarankan mereka kembali ke dalam showroom untuk berteduh dan minum karena udara di garasi mulai panas dan tampaknya tidak ada mobil yang cocok dengan keinginan mereka. Pria tua itu menjawab, "Tidak, saya ingin berkeliling lagi."

Istrinya berkata, "Tidak apa-apa sayang, mereka tampaknya tidak memiliki mobil yang kita cari. Mari kita ke dalam, saya lelah." Dengan lesu, si orang tua mengikuti John dan istrinya kembali ke showroom. Ia khawatir, bingung, dan marah dalam waktu yang bersamaan, tetapi tidak bisa menunjukkannya!

Sewaktu mereka duduk sambil menikmati minuman di showroom, sang istri bercakap-cakap dengan gembira pada John, tapi si orang tua itu sedang tidak ingin untuk bercakap-cakap. Ia terlalu bingung dan tengah berpikir tentang apa yang harus ia lakukan selanjutnya.

Tiba-tiba istrinya berseru, "Itu mobil yang sangat bagus!" Si orang tua menoleh ke arah istrinya menunjuk. Di sana ada sebuah mobil kecil berwarna hijau gelap seperti yang sudah ia pilih sehari sebelumnya, bedanya mobil ini masih baru. Bahkan, mobil tersebut diletakkan di podium berputar dan diberikan pita besar. "Ini tidak mungkin mobil yang sudah saya beli! Mobil yang saya beli itu mobil bekas, berdebu, dan ada di garasi belakang. Sedangkan ini mobil baru," katanya dalam hati.

"Ini terlalu mahal sayang, ini mobil baru," dia mengingatkan istrinya.

"Tidak apa-apa. Masuk saja ke dalamnya, duduk dan rasakan," kata John.

Sang istri tampak ragu-ragu. "Mari silakan." John menuntun tangan istri pria tua itu menuju podium, lalu membukakan pintu mobil untuknya. Sang istri masuk ke dalam mobil, duduk dengan nyaman dan mengangkat tangannya untuk memegang kemudi. Kemudian ia berteriak, melompat keluar dari mobil, dan berlari ke arah suaminya untuk memberinya pelukan hangat. "Terima kasih,

terima kasih banyak, sayang! Ini benar-benar kejutan yang menyenangkan!"

Pria tua itu kaget dan bingung. Apa yang sedang terjadi? Lalu, istrinya mengambil kartu besar dari kemudi mobil. Di kartu itu

tertulis:

"SELAMAT, Nyonya Brown,

Anda adalah pemilik khusus mobil cantik ini!

SELAMAT Terutama karena Anda memiliki seorang suami yang

SUNGGUH-SUNGGUH SANGAT MENCINTAI ANDA!"

John dan seluruh tim penjual amat tersentuh oleh kisah pria tua itu sehingga mereka sepakat melakukan pekerjaan ekstra untuk memberikan kejutan kepada pasangan yang saling mencintai ini. Mereka semua kerja lembur malam itu untuk mencuci mobil tersebut, memoles catnya, mengikatkan pita besar, dan membuat kartu ucapan "SELAMAT" yang besar. Istri pria tua itu melompat-lompat gembira. Pria tersebut tersenyum lebar.

Tidak hanya itu, sewaktu pasangan tersebut mengendarai mobil kecil yang sudah mengkilap tadi keluar dari showroom, setiap staf berbaris di pintu depan showroom untuk memberikan tepuk tangan meriah dan hangat... tepuk tangan yang berasal dari hati. Pasangan bahagia itu dengan bangga melambaikan tangan kepada para staf sambil mengemudikan mobil keluar meninggalkan showroom.

Ada beberapa wajah yang berlinang air mata di antara para staf yang berbaris pada pagi itu, tetapi di bibir mereka tersungging senyuman.

Temanku, inilah arti sesungguhnya dari "MENGGEMBIRAKAN HATI PELANGGAN ANDA".

Jelas sekali, Anda tidak mungkin melakukan hal ini setiap hari. Tetapi, kalau Anda bisa melakukan sesuatu seperti ini kepada pelanggan Anda sekali seminggu saja, hal ini tentu akan sangat meningkatkan image perusahaan, dan juga akan meningkatkan semangat setiap staf di perusahaan. Pekerjaan menjadi lebih punya arti.

Perasaan senang karena bisa memberi ini tidak bisa dibeli dengan uang. Benar-benar momen spesial dalam bisnis dan pekerjaan...

From: B. Suharli

 

Seni Mencari Uang

E-mail Print PDF

Pada tahun 1932 bertemulah sembilan orang terkaya di dunia di Hotel Edgewater Beach, Chicago. Mereka dengan sangat lincah menceritakan dan membagi pengalaman mereka bagaimana tehnik dan strategy mencari uang dengan cepat dan berhasil. Dan memang mereka ini adalah orang sukses dan mempunyai kekayaan yang luar biasa.

Tetapi dua puluh lima tahun kemudian, ditemukan tragedi dalam hidup mereka masing-masing.
Apakah yang terjadi dalam hidup mereka di kemudian hari ??????

1. Charles Schwab,-  President perusahaan Baja terbesar yang berdiri sendiri meninggal dalam keadaan bangkrut, hidup dengan uang pinjaman selama lima tahun terakhir hidupnya.
2. Samuel Insull -  President perusahaan keperluan umum yang terbesar di dunia mati di luar negeri sebagai buronan jaksa.
3. Howaed Hopson -  Presiden perusahaan Gas terbesar di dunia mati dengan keadaan gila.
4. Arthur Cutten -  Ahli spekulasi Gandum terkemuka, mati di luar negeri dikejar-kejar hutang karena kredit.
5. Richard Whitbey -  President pertukaran saham di New York, beberapa tahun kemudian dilepas dari penjara Sing-sing.
6. Albert Fall, -  anggota kabinet President, dibebaskan dari penjara supaya mati di rumahnya.
7. Jesse Livermore -  seorang Berduit banyak dan terbesar di Wall Street mati bunuh diri.
8. Ivan Krueger -  ketua monopoli terbesar di dunia mati dalam keadaan stress berat.
9. Seorang diantara mereka berkata tentang sesama mereka: "Semua mereka itu telah mempelajari dengan seksama seni mencari uang, tetapi tidak seorangpun mereka mempelajari seni mencari kehidupan kekal"

Alkitab berkata:
1Timotius 6:8-10 "Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Tetapi mereka yang kaya terjatuh kedalam pencobaan, ke dalam jerat dan kedalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia kedalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta akan uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari Iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka".

Amsal 3:9-10 "Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu. Maka lumbung_lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya".

"Hidup manusia tidak tergantung pada apa yang di milikinya, serahkanlah hidupmu kepada Tuhan maka Ia akan bertindak.

 

Firman Kebenaran

E-mail Print PDF

FIRMAN KEBENARAN - Kiriman: Laut Sinaga

Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Yohanes 14:6

Setiap orang pada akhirnya harus menjawab tiga pertanyaan: (1) Dari mana kita berasal? (2) Mengapa kita ada disini, dan (3) Kemana kita akan pergi?

Para filsuf, orang-orang terkenal, dan para nabi berusaha untuk mencari jawabannya, umumnya tanpa kesimpulan yang memuaskan. Alkitab mengaku memiliki jawaban terhadap pertanyaan itu karena Alkitab memberikan sudut pandang Allah yang maha tahu dibandingkan dengan logika manusia yang sia-sia, terbatas oleh waktu, pendidikan, pengamatan, budaya, dan prasangka.

Pertama, kita berasal dari Allah. ia menciptakan kita menurut gambar-Nya. Kita ditempatkan di bumi oleh Allah dan untuk Allah. Kita bukanlah buah dari waktu atau kesempatan. Asal mula kita berakar di dalam pemikiran Allah yang abadi.

Kedua, kita berada di bumi ini untuk mengenal dan memuliakan Allah di dalam relasi-relasi kita dan melalui pekerjaan kita.

ketiga, kita akan kembali kepada Allah - untuk menghadapi penghakiman jika kita telah mengabaikan atau menolak tawaran-Nya untuk mengenal Dia (Pendamaian melalui Salib) atau untuk menerima sukacita abadi jika kita menerima tujuan dan hadirat-Nya melalui pribadi Yesus Kristus.

Semua jawaban ini dinyatakan di dalam Firman kebenaran - Alkitab - di mana hanya Alkitab yang dapat menjawab masalah-masalah rumit yang dihadapi setiap generasi.

 

THE VOICE OF ANGELS

E-mail Print PDF

 

Puji Tuhan! Dahsyat! Luar biasa! Itulah seruan yang terdengar sepanjang kebaktian Pemuda Advent pada Sabtu, 26 September 2009 di GMAHK Pulomas.

Kelompok nyanyi Voice of Angels (VOA) yaitu: Fanny Simbolon, Herlina Marbun, Meiyana, Ibu Caroline Effendi, Ibu Helen Tambunan, Meilina Sihombing dan Ronald Napitupulu membentuk kelompok ini tidak hanya untuk melayani dalam lagu-lagu pujian di berbagai gereja tetapi juga untuk melayani orang-orang yang membutuhkan berupa pemberian makanan ataupun pengobatan gratis. Karena semua penyanyi wanita di kelompok ini adalah perawat di RSA Bandung, maka mereka lebih banyak melayani dalam bidang kesehatan. Kegiatan ini mereka namakan “Berbagi Kasih Bersama VOA”.

Voice of Angels juga didukung oleh Bpk. Ishak Effendi, sebagai manager VOA; Yunus Indra sebagai penyanyi tambahan dan pemain gitar; Bpk. Kennedy Tambunan, dan Sulaiman Simbolon.

Ada 15 (lima belas) lagu-lagu pujian yang mereka nyanyikan sepanjang Sabat yaitu: 2 (dua) lagu di kebaktian Sekolah Sabat, 2 (dua) lagu di kebaktian khotbah dan 11 (sebelas) lagu di kebaktian PA, termasuk 4 (empat) lagu yang mereka ciptakan sendiri, yaitu Biduan Surgawi, Tuhan Raihlah Tanganku, Kaulah Prisaiku dan Let Us Praise Him!

Sebagai kenang-kenangan, kami memberikan plakat kepada VOA atas pelayanan mereka yang luar biasa yang diserahkan oleh Pdt. S. Marbun, Bpk. Ch. Marbun dan Ibu Y. Halim (sponsor PA). Setelah itu VOA dan anggota jemaat Pulomas berfoto bersama.

Semoga Tuhan memberkati setiap pelayanan Voice of Angels (VOA) di mana pun mereka melayani. PUJI TUHAN! DAHSYAT! LUAR BIASA!

VOA

 

Last Updated on Saturday, 10 October 2009 08:56
 

Penerimaan Anggota Baru

E-mail Print PDF

 

Sabtu, 19 September 2009 diadakan acara penerimaan anggota baru yang telah dibaptis Sabat sebelumnya di GOR Sunter sebagai hasil penuaian jiwa dalam KKR Akbar oleh Ps. Mark Finley dan Pdt. Jonathan Kuntaraf. Mereka adalah Ibu Felly, Bpk. Binsar Sinaga, Gladwin Siringoringo dan lima (5) orang dari perkumpulan UKI.

Pukul 08.30 pagi, gereja Pulomas sudah dipenuhi dengan anggota jemaat dari perkumpulan UKI yang dipimpin oleh Pdtm. M. Marbun dan Bpk. Siburian. Anggota perkumpulan UKI yang menjadi anggota jemaat Pulomas adalah: Bpk. Eldi Arifin beserta istrinya, Ibu Warsini, Bpk. Jasmen Marbun, Dion Tamba dan Roy Suryo Marbun.

Acara dipimpin oleh Pdt. S. Marbun, sebagai gembala jemaat Pulomas dan Bpk. Ch. Marbun serta Bpk. Siburian menyambut penerimaan anggota baru sebagai anggota Masehi Advent Hari Ketujuh seluruh dunia. Setelah pemberian surat baptisan dan Alkitab, Bpk. Eldi Arifin dan Bpk. Jasmen Marbun menyatakan sukacita mereka telah menerima baptisan Sabat lalu.

Bapak Eldi Arifin (53) lahir di Bukit Tinggi dan berasal dari keluarga Muslim yang taat beribadah. Tapi beliau sulit mengerti Al-Quran karena dalam bahasa Arab, tetapi baginya Alkitab lebih mudah dimengerti. Meskipun ditentang oleh keluarga besar, beliau berani menerima Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhannya.

Acara ditutup dengan doa oleh Bpk. B. Faziu.

Perbaktian sepanjang Sabat dilakukan bersama anggota perkumpulan UKI hingga Perjamuan Kudus. Suasana semakin terasa akrab saat makan siang bersama. Sabat yang indah berkumpul bersama saudara seiman memuji Tuhan dan bersekutu denganNya.

 

Last Updated on Wednesday, 07 October 2009 15:49
 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 2

We have 3 guests online

Pojok Chat

Turn off/on Smileys History FAQ Kide Chat

Last message 3 mouths ago

Murdhani Sijabat: test :P
Pulomas Admin: Thanks Jon! Selamat datang pada seluruh pengunjung web Pulomas. GBU!
JoniJnm: Welcome!

Kide Shoutbox v0.5.4

Only registered users can send messages, registrt or login

Polling

Apa yang membuat anda betah berbakti di Pulomas
 

Newsflash

Pastikan Anda mengunjungi album gambar-gambar kegiatan kami. Semoga memberikan inspirasi untuk melayani Tuhan dalam berbagai bentuk kegiatan.